Perjanjian Kerjasama Jasa Master of Ceremony

December 4th, 2013 No comments

Pada hari ini [.....] tanggal [.........] bulan [...........] tahun [........] bertempat di [.........], telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [...........................................] yang untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak sebagai direktur sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang penyediaan tenaga entertaintment yang beralamat di [........................................], dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [...........................] yang untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Para pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
1. PIHAK PERTAMA adalah sebuah perusahaan yang akan menyelenggarakan [..........................] yang selanjutnya disebut Acara.
2. Acara akan dilaksanakan pada tanggal [.................] pukul [.........] sampai dengan pukul [..........] waktu setempat bertempa di [........................].
3. Hari/jam yang telah disebutkan di atas selanjutnya dalam perjanjian ini akan disebut sebagai hari H.
4. PIHAK PERTAMA menawarkan kepada PIHAK KEDUA untuk menyediakan seorang pembawa acara (MC/master of ceremony).
5. PIHAK KEDUA bersedia menerima tawaran kerja sama dari PIHAK PERTAMA untuk menyediakan MC pada acara tersebut.

Kedua belah pihak bersepakat untuk melaksanakan perjanjian ini dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

Hal yang dimaksudkan dengan perjanjian kerja sama dalam perjanjian ini adalah perjanjian kerja sama pemakaian jasa dimana PIHAK PERTAMA menggunakan jasa MC dan PIHAK KEDUA telah bersedia untuk menyediakan seorang MC pada acara yang diselenggarakan oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 2

Perjanjian ini berlalu sejak ditandatanganinya oleh para pihak dan tetap berlaku sampai dengan para pihak telah menjalankan kewajibannya dan telah memperoleh haknya masing-masing.

PASAL 3

PIHAK PERTAMA menyanggupi membayar jasa PIHAK KEDUA untuk seorang MC sebesar Rp [.................................] untuk tampil pada Acara tersebut.

PASAL 4

Pengaturan pembayaran sebagai honor PIHAK KEDUA tersebut di atas diatur sebagai berikut.
a. Down payment sebesar Rp [......................] yang akan dibayarkan segera setelah penandatanganan kontrak secara tunai dan perjanjian ini sebagai bukti pembayarannya yang sah.
b. Sisanya sebesar Rp [...................] akan dibayarkan secara sekaligus dan tunai pada hari H sebelum PIHAK KEDUA tampil pada Acara tersebut.

PASAL 5

PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk :
a. menyiapkan segala peralatan yang diperlukan bagi layaknya seorang MC yang profesional,
b. menyediakan makanan dan minuman pada saat gladi resik dan sebelum performance untuk seorang MC,
c. apabila ada peralatan yang tidak dapat dipenuhi oleh PIHAK PERTAMA maka hal ini akan dibicarakan dan kemudian menggantikannya dengan yang lainnya yang dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA dengan kualitas yang sekurang-kurangnya sama dengan yang diminta oleh PIHAK KEDUA,
d. melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian ini, dan
e. menyediakan fasilitas antar jemput dari alamat PIHAK KEDUA ke tempat pelaksanaan Acara.

PASAL 6

PIHAK KEDUA berkewajiban untuk:
a. menjaga ketertiban dan disiplin dalam segala hal yang berkaitan dengan perayaan HUT sebagaimana tersebut dalam buku acara yang disiapkan PIHAK PERTAMA,
b. mengatur serta menjaga agar setiap materi acara dimulai dan berakhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan PIHAK PERTAMA,
c. hadir tepat waktu pada saat gladi resik dan pada hari perayaan HUT yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA, dan
d. bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA dan memberikan penampilan yang terbaik untuk kepuasan seluruh pihak yang terlibat dalam perayaan HUT.

PASAL 7

1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan pihak lainnya
2. Pengecualian dari ketentuan ayat 1, perjanjian ini dapat dibatalkan dengan syarat-syarat dan konsekuensi sebagai berikut:
a. Apabila pembatalan terjadi karena PIHAK PERTAMA tidak memperoleh izin dari instansi terkait maka PIHAK PERTAMA tidak berhak menarik kembali seluruh jumlah pembayaran yang telah diterima PIHAK KEDUA.
b. Apabila pembatalan dikarenakan oleh pertimbangan ekonomi, politis, dan alasan-alasan apa pun dari PIHAK PERTAMA selain dari yang disebutkan pada huruf a di atas maka PIHAK PERTAMA wajib untuk membayarkan secara penuh nilai kontrak yang telah diatur pada pasal 4 perjanjian ini.
c. PIHAK PERTAMA tetap berkewajiban untuk membayar seluruh nilai kontrak apabila Acara dibatalkan oleh karena kelalaian kesalahan koordinasi pelaksanaan PIHAK PERTAMA.
d. PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk membayar seluruh kontrak secara tunai dan sekaligus jika pembatalan terjadi karena pertimbangan kondisi keamanan yang tidak terkendali di lokasi pelaksanaan sebagai implikasi dari pelaksanaan Acara tersebut.

PASAL 9

1. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya pelaksanaan Acara seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.
2. Apabila salah satu atau kedua belah pihak mengalami kerugian akibat force majeure sebagai tersebut pada ayat 1 maka secara eksklusif PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menanggung kerugiannya masing-masing dan tidak saling menuntut satu terhadap yang lain.

PASAL 9

1. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila secara musyawarah untuk mufakat tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut maka kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.
3. Dan apabila tidak mencapai kesepakatan melalui mediasi maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara hukum andalan hal ini dengan segala akibatnya memilik tempat kediaman hukum yang tidak berumah pada kantor panitera Pengadilan Negeri [........................].

PASAL 10

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua masing-masing dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipahami dan dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.

PIHAK PERTAMA                                                PIHAK KEDUA

[...............................]                                 [.................................]

Categories: Uncategorized Tags:

Jadi Pengusaha Biar Dekat Keluarga

November 8th, 2013 No comments

Dari pada menjadi kacung di perusahaan besar, Iebih baik menjadi bos di perusahaan kecil. Tekad iniiah yang merasuk dalam diri, pasangan suami istri Agus Anggoro Wibowo dan Hj.Dian Anugerah Dewi. Demi mewuiudkan tekad itu, mereka rela keiuar dari tempat kerja yang telah memberi fasilitas yang cukup menggiulkan. Sang suami rela melepas jabatan dari Pt Pertani, Sedangkan sang istri dengan penuh kemantapan outdari Pertamina.

Di kalangan pegawai Pertani, nama Agus
Anggoro Wibowo tentu bukan sosok yang
asing iagi. Makium dia pernah iama malang
melintang di Iingkungan BUMN yang bergerak
dalam industri pertanian tersebut. Dia telah
bergabung selama duapuiuh tahun Iebih di
instansi itu. Bahkan, ia pernah npncapai
jabatan puncak sebagai salah satu direktur
P`I1Wisnumurti, anak perusahaan Pertani.
Nama Anggorojuga sempat bersinar ketika
ia berhasil membesarkan Pertani Cabang
Sulawesi Seiatan yang dipimpinnnya. Ia ,satu-
satunya pejabat di Pertani yang berhasii
menjadikan beras menjadi komoditas ekspor
dari Suisel di era Gubernur ZA Palaguna.
Ketika itu, Pertani berhasil meluncurkan produk
beras kemasan dengan merek beras Celebes
cap “Intan Kepa|a”. Karena keberhasilannya
mengembangkan beras meniadi komoditas
ekspon tersebut, Anggoro menjadi akrab
dengan para pejabat di Suisel termasuk
gubernurnya.

 

Bahkan anak ketiganya, diberi
nama khusus oleh gubernur Suisel dengan
nama Andira Ervin Maulana Daeng Parani.
Sebagai eksekutif di perusahaan BUMN,
Anggoro, demikian ia akrab dipanggil, tentu
berhak mendapatkan befoagai fasilitas yang
diberikan perusahaan. Karena itulah,
beberapa kawannya termasuk, pejabat Iain
dilingkungan Pertani merasa terkejut ketika
akhir 2003 silam, dia mengirim surat
pengunduran diri. “Saya pengin beralih jalur
untuk menjadi entrepreneur,” kata bapak tiga
orang anak ini. Sejak dua tahun terakhir, Anggoro
memang memutuskan untuk pindah Kuadran.
la tidak mau Iagi jadi karyawan. la pingin
mengelola perusahaan sendin. “Apapun yang
terjadi, saya pengin bisnis sendiri mengikuti
jejak istri, tidak ingin menjadi karyawan
se|amanya,” katanya mantap.
Anggoro mengakui sebelumnya, ia tidak
tenarik dnganedunia entrepreneur. Ia iebih
senang bekerja sepenuh hati untuk
,bergabung untuk belajar di
membesarkan perusahaan
bernaung. Karena itulah,
dihabiskan untuk mengurusl
Kebetulan ketika, ia pindah
cabang Pertani di Surabaya, ada
kawan yang mencoba
versity(EU) milik Pnmagama.
ia merasa tidak tertarik pada
Q Bapak tiga anak ini, mulai
setelah pindah ke Pertani Pusat.
kesempatan, ia di
dengan Muhammad J Prasetya
pengelola EU Jogja yang kini
minal Ticket, pertengahan tahun
Je-panggilan akrab Prasetya-
membuka wawasan saya tentang

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Belajar Contoh Surat Resmi untuk Bisnis

August 26th, 2013 No comments

Surat-menyurat merupakan hal yang sangat umum yang tercakup di hampir semua urusan kita. Baik itu di ranah pendidikan, pekerjaan, hingga bisnis, surat ber-genre resmi ini selalu dibutuhkan untuk berkorespondensi dengan partner atau relasi dalam kerangka hubungan profesional. Contoh: di dunia pendidikan, surat jenis ini dikirimkan kepada dinas pendidikan; kepada perusahaan tempat melamar kerja ranah pekerjaan; dan surat permintaan izin usaha di ranah bisnis atau wirausaha. Tantangan yang perlu diperhatikan untuk menulis surat resmi adalah tata cara penulisannya. Tapi tidak usah khawatir, ada banyak contoh surat resmi yang bisa dijadikan acuan.

Isi Surat Resmi
Contoh surat resmi tidak akan terlepas dari elemen apa saja yang harus dimasukkan ke dalamnya. Pada dasarnya, setiap jenis surat memiliki tiga bagian utama; yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Yang membedakan surat resmi dari yang tidak hanya terletak pada pemilihan kata atau bahasa yang dipakai. Jika Anda memperhatikan contoh surat resmi-tidak resmi, Anda akan menemukan bahwa yang resmi menekankan pada penggunaan bahasa formal, sehingga kata-katanya pun dipilih yang ‘berbau’ formal.

Berikut ini isi surat resmi yang kerap digunakan secara umum: a) kepala surat, yang biasa berisi nama perusahaan atau instansi pengirim. Ini biasanya disertai dengan alamat dan logo instansi tersebut. b) nomor, lampiran, hal; ketiga elemen ini umumnya muncul di contoh surat resmi. c) alamat surat, berisi orang/perusahaan yang dituju. Bagian ini ditandai dengan kata ‘yth’ atau ‘kepada’. d) salam pembuka, untuk mengawali isi surat. Anda bisa menggunakan contoh salam seperti ‘dengan hormat’ atau frase lain yang beraroma formal. e) isi surat, berisi informasi yang ingin disampaikan pengirim. f) penutup, biasanya ditandai dengan ucapan terimakasih, salam penutup, dan tanda tangan pengirim. g) tembusan, bagian ini muncul jika surat tersebut dikirimkan kepada lebih dari satu orang.

Tips Menulis Surat Resmi
Tidak sulit memang menulis surat resmi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menuliskannya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
perhatikan konsistensi penggunaan bahasa. Dari awal hingga akhir surat, hendaknya menggunakan bahasa formal
hindari penggunaan kata dan kalimat yang bertele-tele. Salah satu contoh surat resmi yang baik adalah sopan dan langsung menuju sasaran; sehingga tidak ada kalimat dan kata yang diulang berkali-kali
minimalisir kesalahan penulisan atau pengetikan; mengingat sifatnya yang resmi, tentu penulisan surat ini bisa mempengaruhi ‘nama’ pengirimnya
rajin-rajinlah mencari referensi contoh surat resmi, baik di buku maupun internet; untuk mendapatkan gambaran lain. jadi, Anda tidak melulu menggunakan format yang sama dan membosankan.
Ingin belajar menulis surat resmi untuk bisnis? Coba Anda kunjungi Sulhadi.com. Dapatkan tidak hanya sekedar ilmu menulis surat resmi ala bisnis, tapi lebih banyak rahasia bisnis dari sang ahli.

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT RESMI DINAS KABUPATEN

May 23rd, 2013 No comments

PEMERINTAH KABUPATEN …………..

DINAS PENDIDIKAN

[…Nama Sekolah…]

[…Alamat...]

 

 

No.      : …/…/……/…./……..

Hal      : Rapat Dinas

Sifat    : Sangat Penting

 

Kepada Yth.

Bapak/Ibu ………… ……

di

Tempat

 

Dengan hormat,

 

Sehubungan dengan maraknya aksi-aksi anarkis dan semakin maraknya penggunaan obat-obat terlarang di kalangan pelajar, maka sangat penting sekali kita bertindak secara bersama-sama, dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri rapat dinas yang kami adakan:

 

Adapun acara tersebut akan dilaksanaka pada

 

Hari/Tanggal   : ……./.……..

Waktu                         : …………….

Tempat            : …………….

 

Demikian surat ini kami sampaikan, semoga Bapak/Ibu dapat memakluminya. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu. Kami ucapkan terima kasih.

 

Hormat Kami,

 

……………………

 

 

 

 

[…Nama…]

Categories: Uncategorized Tags: