Surat Persetujuan (persetujuan anak kepada orang tua untuk menjual tanah)

December 4th, 2013 No comments

(Persetujuan anak kepada orang tua untuk menjual tanah)
Yang bertanda tangan di bawah ini*):

1. Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]

2. Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]

Dalam hal ini bertindak, baik secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, selaku anak-anak dari mendiang dari almarhum Tuan/Nyonya [..........................] dengan ini memberikan persetujuan kepada:

Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]
Untuk menjual sebidang tanah berikut bangunan rumah tinggal terletak di:
Desa/Kelurahan : [...................................................]
Kecamatan : [...................................................]
Kabupaten/Kota : [...................................................]
Status tanah : [...................................................]
Luas tanah : [...................................................]

Untuk itu berhak dan berwenang sepenuhnya menghadap di mana perlu, terutama kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah, membuat, menandatangani atau menyerahkan surat-surat, mengadakan kesepakatan-kesepakatan, memberikan keterangan-keterangan atau melakukan perbuatan-perbuatan yang menurut hukum harus dijalankan untuk melaksanakan jual beli, menerima pembayaran serta memberikan kuitansi tanda bukti pembayaran

Dibuat di [..........................]

Pada tanggal [....] bulan [.....] tahun [....]

Pemberi Persetujuan                                      Penerima Persetujuan
1 [........................]
2 [........................]                                           [................................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat Perjanjian Kerjasama Pemasaran Pelatihan

December 4th, 2013 No comments

Pada hari ini [.......] tanggal [.......] bulan [.......] tahun [.......] di [.......], kami yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing :

I. PT. [............], dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah oleh [.......],

selaku[.......], selanjutnya disebut PIHAK I.

II. PT.[.............], dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah oleh [.......],

selaku [.......], selanjutnya disebut PIHAK II.

PIHAK I dan PIHAK II secara bersama-sama selanjutnya disebut ’’PARA PIHAK’’.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian kerjasama bagi hasil dengan tunduk kepada syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1
LINGKUP KERJA SAMA

PIHAK I dan PIHAK II sepakat untuk terikat dalam perjanjian kerja sama pemasaran pelatihan.

PASAL 2
HAK DAN KEWAJIBAN

1. PIHAK I memiliki kewajiban sebagai berikut.
a. Menyiapkan dan mengembangkan materi pelatihan.
b. Memberikan pengetahuan produk kepada PIHAK II.
c. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pelatihan atas peserta dari PIHAK II.
d. Memberikan fee sebesar [.......]% ([.......] persen) dari biaya pelatihan yang telah disepakati kepada PIHAK II.

2. PIHAK II memiliki kewajiban sebagai berikut.
a. PIHAK II berkewajiban memperkenalkan, memasarkan, dan menjual jasa pelatihan bedasarkan pengetahuan produk dari PIHAK I.
b. Mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan oleh PIHAK I.
c. Mendapatkan fee sebesar[.......]% ([.......] persen) atas biaya pelatihan yang telah disepakati dari PIHAK I.

PASAL 3
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

1. Perjanjian ini dibuat dan berlaku untuk jangka waktu [.......] tahun kalender terhitung sejak tanggal [.......] bulan [.......] tahun [.......] dan berakhir pada tanggal [.......]bulan[.......]tahun [.......]

2. Perjanjian ini secara otomatis akan berlaku untuk periode dan jangka waktu satu tahun berikutnya apabila telah berakhir sesuai dengan point 4.1.

3. PARA PIHAK akan melakukan evaluasi terhadap jangka waktu perjanjian ini sesuai dengan keperluan.

PASAL 4
PEMBAYARAN

1. PIHAK I dan PIHAK II sepakat bahwa PIHAK I akan memberikan marketing fee sebesar [.......]% ([.......]persen) kepada PIHAK II apabila PIHAK II mendapatkan peserta pelatihan untuk PIHAK I.

2. PARA PIHAK sepakat bahwa komponen pajak dan biaya lain yang timbul akibat adanya transaksi merupakan tanggung jawab PARA PIHAK dan akan diselesaikan sesuai kewajibannya.

PASAL 5
BERLAKUNYA DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN

1. Perjanjian ini berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian ini oleh PIHAK I dan PIHAK II.
2. Perjanjian ini berakhir dengan cara:
Jangka waktu sebagaimana yang diuraikan dalam Pasal 4.
PARA PIHAK sepakat untuk mengakhiri perjanjian ini.

PASAL6
FORCE MAJEURE

1. Tidak satu pihak pun bertanggung jawab atas keterlambatan atau kegagalan pelaksanaan suatu kewajiban yang ditentukan dalam perjanjian ini jika hal itu disebabkan oleh atau timbul karena suatu kejadian atau keadaan yang memaksa (force majeure) yang meliputi peristiwa-peristiwa di luar kekuasaan manusia, kebakaran, ledakan atau bencana lain, angin topan, perang, pemogokan atau gangguan buruh lain, kerusakan atau kegaduhan masyarakat yang disebabkan oleh kelalaian dari pihak yang menuntut suatu keuntungan dari pasal ini atau oleh sesuatu tindakan dari penguasa sipil atau militer.

2. Dalam hal keadaan memaksa sebagaimana dimaksud di atas maka PARA PIHAK telah sepakat jika hal yang diperjanjikan terhambat, rusak/musnah tersebut dinyatakan sebagai akibat Force Majeure maka PARA PIHAK tidak saling menuntut hal dimaksud tersebut dalam bentuk apapun termasuk ganti rugi dan PARA PIHAK akan mengadakan musyawarah untuk memperhitungkan segala sesuatunya yang diakibatkan oleh keadaan memaksa tersebut.

PASAL 7
PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan yang mungkin timbul dari perjanjian ini akan diusahakan untuk diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2. Bila musyawarah yang diadakan gagal mencapai kata sepakat maka PARA PIHAK memilih tempat kediaman hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri [........]

PASAL 8
LAIN-LAIN

1. Ketentuan dalam perjanjian ini tidak boleh diubah, ditambah, dan/atau dialihkan kepada pihak lain kecuali dengan suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh PARA PIHAK dalam perjanjian kerjasama ini.

2. Perjanjian kerjasama ini mengikat untuk keuntungan PARA PIHAK dalam perjanjian ini serta pengganti hak mereka masing-masing dan PARA PIHAK tidak diperbolehkan memindahkan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya dalam perjanjian ini tanpa persetujuan tertulis dari pihak lainnya.

3. Hukum yang berlaku untuk perjanjian ini adalah hukum yang berlaku secara sah di Republik Indonesia.
Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh PARA PIHAK pada tanggal sebagaimana disebutkan pada awal perjanjian ini oleh wakil-wakil yang sah dari PARA PIHAK, dalam rangkap 2 (dua), bermaterai cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak.

Ditandatangani di : [....................]

Pada : [....................]

PIHAK I                                                                     PIHAK II
[.............................]                               [...............................]

Categories: Uncategorized Tags:

Perjanjian Kerjasama Jasa Master of Ceremony

December 4th, 2013 No comments

Pada hari ini [.....] tanggal [.........] bulan [...........] tahun [........] bertempat di [.........], telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [...........................................] yang untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak sebagai direktur sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang penyediaan tenaga entertaintment yang beralamat di [........................................], dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [...........................] yang untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Para pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
1. PIHAK PERTAMA adalah sebuah perusahaan yang akan menyelenggarakan [..........................] yang selanjutnya disebut Acara.
2. Acara akan dilaksanakan pada tanggal [.................] pukul [.........] sampai dengan pukul [..........] waktu setempat bertempa di [........................].
3. Hari/jam yang telah disebutkan di atas selanjutnya dalam perjanjian ini akan disebut sebagai hari H.
4. PIHAK PERTAMA menawarkan kepada PIHAK KEDUA untuk menyediakan seorang pembawa acara (MC/master of ceremony).
5. PIHAK KEDUA bersedia menerima tawaran kerja sama dari PIHAK PERTAMA untuk menyediakan MC pada acara tersebut.

Kedua belah pihak bersepakat untuk melaksanakan perjanjian ini dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

Hal yang dimaksudkan dengan perjanjian kerja sama dalam perjanjian ini adalah perjanjian kerja sama pemakaian jasa dimana PIHAK PERTAMA menggunakan jasa MC dan PIHAK KEDUA telah bersedia untuk menyediakan seorang MC pada acara yang diselenggarakan oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 2

Perjanjian ini berlalu sejak ditandatanganinya oleh para pihak dan tetap berlaku sampai dengan para pihak telah menjalankan kewajibannya dan telah memperoleh haknya masing-masing.

PASAL 3

PIHAK PERTAMA menyanggupi membayar jasa PIHAK KEDUA untuk seorang MC sebesar Rp [.................................] untuk tampil pada Acara tersebut.

PASAL 4

Pengaturan pembayaran sebagai honor PIHAK KEDUA tersebut di atas diatur sebagai berikut.
a. Down payment sebesar Rp [......................] yang akan dibayarkan segera setelah penandatanganan kontrak secara tunai dan perjanjian ini sebagai bukti pembayarannya yang sah.
b. Sisanya sebesar Rp [...................] akan dibayarkan secara sekaligus dan tunai pada hari H sebelum PIHAK KEDUA tampil pada Acara tersebut.

PASAL 5

PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk :
a. menyiapkan segala peralatan yang diperlukan bagi layaknya seorang MC yang profesional,
b. menyediakan makanan dan minuman pada saat gladi resik dan sebelum performance untuk seorang MC,
c. apabila ada peralatan yang tidak dapat dipenuhi oleh PIHAK PERTAMA maka hal ini akan dibicarakan dan kemudian menggantikannya dengan yang lainnya yang dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA dengan kualitas yang sekurang-kurangnya sama dengan yang diminta oleh PIHAK KEDUA,
d. melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian ini, dan
e. menyediakan fasilitas antar jemput dari alamat PIHAK KEDUA ke tempat pelaksanaan Acara.

PASAL 6

PIHAK KEDUA berkewajiban untuk:
a. menjaga ketertiban dan disiplin dalam segala hal yang berkaitan dengan perayaan HUT sebagaimana tersebut dalam buku acara yang disiapkan PIHAK PERTAMA,
b. mengatur serta menjaga agar setiap materi acara dimulai dan berakhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan PIHAK PERTAMA,
c. hadir tepat waktu pada saat gladi resik dan pada hari perayaan HUT yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA, dan
d. bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA dan memberikan penampilan yang terbaik untuk kepuasan seluruh pihak yang terlibat dalam perayaan HUT.

PASAL 7

1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan pihak lainnya
2. Pengecualian dari ketentuan ayat 1, perjanjian ini dapat dibatalkan dengan syarat-syarat dan konsekuensi sebagai berikut:
a. Apabila pembatalan terjadi karena PIHAK PERTAMA tidak memperoleh izin dari instansi terkait maka PIHAK PERTAMA tidak berhak menarik kembali seluruh jumlah pembayaran yang telah diterima PIHAK KEDUA.
b. Apabila pembatalan dikarenakan oleh pertimbangan ekonomi, politis, dan alasan-alasan apa pun dari PIHAK PERTAMA selain dari yang disebutkan pada huruf a di atas maka PIHAK PERTAMA wajib untuk membayarkan secara penuh nilai kontrak yang telah diatur pada pasal 4 perjanjian ini.
c. PIHAK PERTAMA tetap berkewajiban untuk membayar seluruh nilai kontrak apabila Acara dibatalkan oleh karena kelalaian kesalahan koordinasi pelaksanaan PIHAK PERTAMA.
d. PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk membayar seluruh kontrak secara tunai dan sekaligus jika pembatalan terjadi karena pertimbangan kondisi keamanan yang tidak terkendali di lokasi pelaksanaan sebagai implikasi dari pelaksanaan Acara tersebut.

PASAL 9

1. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya pelaksanaan Acara seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.
2. Apabila salah satu atau kedua belah pihak mengalami kerugian akibat force majeure sebagai tersebut pada ayat 1 maka secara eksklusif PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menanggung kerugiannya masing-masing dan tidak saling menuntut satu terhadap yang lain.

PASAL 9

1. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila secara musyawarah untuk mufakat tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut maka kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.
3. Dan apabila tidak mencapai kesepakatan melalui mediasi maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara hukum andalan hal ini dengan segala akibatnya memilik tempat kediaman hukum yang tidak berumah pada kantor panitera Pengadilan Negeri [........................].

PASAL 10

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua masing-masing dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipahami dan dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.

PIHAK PERTAMA                                                PIHAK KEDUA

[...............................]                                 [.................................]

Categories: Uncategorized Tags:

Perjanjian Pinjam – Pakai Rumah

December 3rd, 2013 No comments

Pada hari ini, [........] tanggal [.......].bulan [........] tahun [.........] telah ditandatangani perjanjian pinjam pakai rumah antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [.....................], selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak bersepakat untuk membuat perjanjian pinjam pakai rumah tinggal dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. PIHAK PERTAMA bersedia meminjamkan sebuah rumah yang terletak di [.......................] sebagaimana tercatat dalam sertifikat dan IMB terlampir untuk dipakai oleh PIHAK KEDUA sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh PT [......................... ] kepada setiap pekerja dengan jabatan manajer.

2. Rumah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 terdiri atas [...........] ruang tidur, [....] kamar tamu, [..........] ruang dapur, [..........] ruang keluarga [..........] kamar mandi, dan [ .......] ruang garasi.

PASAL 2

Seluruh perabot dalam rumah tersebut di atas yang jenis dan jumlahnya sebagaimana terlampir dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA asal tidak mengurangi nilai dan jumlahnya.

PASAL 3

Selama memakai rumah tersebut beserta perabotannya, PIHAK KEDUA harus merawat rumah tersebut beserta isinya atau perabotan yang ditinggalkan itu dengan baik sebagaimana layaknya seorang tuan rumah yang jujur atas tanggungan biaya sendiri dan harus menggunakan rumah itu hanya sebagai rumah tinggal.

PASAL 4

1. Orang yang diperbolehkan untuk tinggal di rumah tersebut hanya PIHAK KEDUA, istri, anak-anak, orang tua, dan mertua PIHAK KEDUA, dan satu orang pembantu rumah. Apabila ada anggota keluarga besar lain yang ikut tinggal di rumah tersebut wajib mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan meminjampakaikan rumah dan perabotannya kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 5

1. PIHAK KEDUA dilarang memindahkan sebagian dan atau seluruh rumah dan perabotannya ke tempat lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengubah konstruksi dari rumah tinggal tersebut tanpa izin tertulis dari PIHAK PERTAMA.

3. Daya listrik yang telah tersedia di rumah tinggal sebagaimana tersebut di atas, tidak diperkenankan untuk ditambah atau dikurangi oleh PIHAK KEDUA, tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA

PASAL 6

Semua biaya perbaikan rumah tinggal dan perabotannya selama digunakan PIHAK KEDUA yang rusak karena kelalaian dan atau karena pemakaian PIHAK KEDUA menjadi tanggungan dan biaya PIHAK KEDUA sendiri.

PASAL 7

Selama dalam jangka waktu pemakaian rumah tersebut, PIHAK KEDUA wajib membayar tagihan rekening listrik, rekening telepon, PAM, uran keamanan, dan biaya-biaya lain selain Pajak Bumi dan Bangunan atas rumah tersebut merupakan biaya PIHAK KEDUA sendiri.

PASAL 8

1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani dan berlaku hanya selama PIHAK KEDUA bekerja dengan baik pada PIHAK PERTAMA.

2. Ketentuan pada ayat 1 di atas tidak mengurangi hak PIHAK PERTAMA tanpa melalui proses ke pengadilan menghentikan perjanjian pinjam-pakai tersebut sewaktu-waktu, apabila PIHAK PERTAMA mempunyai alasan yang kuat sesuai dengan pertimbangan PIHAK PERTAMA, atau dengan alasan PIHAK PERTAMA menghendaki, menggunakan rumah tinggal dan perabotannya itu untuk pekerja lain atau bilamana PIHAK KEDUA melanggar salah satu syarat perjanjian ini, tanpa uang ganti kerugian kepada PIHAK KEDUA, dalam hal ini maka kedua belah pihak setuju untuk menyimpang dari ketentuan-ketentuan PASAL 1266 & 1267 KUH Perdata.

PASAL 9

Apabila PIHAK KEDUA berhenti bekerja pada PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA wajib mengembalikan rumah tinggal berikut perabotannya berdasarkan perjanjian ini dalam keadaan baik kepada PIHAK PERTAMA yang dilaksanakan paling lambat [..............] hari sebelum hubungan kerja PIHAK KEDUA dengan PIHAK PERTAMA berakhir atau segera pada saat PIHAK PERTAMA memintanya kembali.

PASAL 10

Segala kewajiban baik dari pemerintah maupun dari PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan akibat pemakaian rumah tersebut wajib dijalankan oleh PIHAK KEDUA termasuk membebaskan PIHAK PERTAMA dari teguran, tuntutan denda, dan lain-lain, dari pihak ketiga. Semua pelanggaran dan konsekuensi tentang hal-hal tersebut ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 13

PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa rumah tinggal dan seluruh perabotan yang dipinjamkan tersebut telah diserahkan kepada PIHAK KEDUA pada saat perjanjian ini ditandatangani, dalam keadaan baik dan telah pula diterima oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 14

Pada saat pinjam-pakai ini berakhir atau bila PIHAK PERTAMA mengambil kembali rumah tinggal tersebut beserta seluruh perabotannya maka PIHAK KEDUA tidak dapat melakukan penuntutan atau ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 15

Perjanjian kerja sama ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun.

Dalam kaitannya dengan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat memilih domisili yang umum dan tetap di kantor panitera Pengadilan Negeri [........................].

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
[...............................] [......................................]

SAKSI-SAKSI:
1. [.....................]
2. [.....................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat Persetujuan

December 3rd, 2013 No comments

(Persetujuan anak kepada orangtua untuk menghibahkan tanah)
Yang bertanda tangan di bawah ini*):

1. Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]

2. Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [.................................................. ]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]

Dengan ini kami secara bersama-sama memberikan persetujuan kepada orang tuan (ibu) kami, yaitu Nyonya [....................................] untuk menghibahkan sebidang tanah dan bangunan kepada saudara kandung kami, yaitu:

Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]
Tanah dan bangunan mana terletak di:
Desa/Kelurahan : [...................................................]
Kecamatan : [...................................................]
Kabupaten/Kota : [...................................................]
Status tanah : [...................................................]
Seluas : [...................................................]
Atas nama : [...................................................]
Demikian surat persetujuan ini kami buat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dibuat di [..........................]

Pada tanggal [....] bulan [.....] tahun [....]

Pemberi Persetujuan
[...............................]

Penerima Persetujuan
1 [........................]
2 [........................]
3 [........................]

Categories: Uncategorized Tags:

SURAT IZIN CUTI

November 8th, 2013 No comments

Menunjuk Surat Permohonan Cuti Nomor …./…/…./2010 tanggal ……2010 hal Permohonan Cuti, dengan ini kami memberikan cuti kepada pejabat berikut ini:

Nama :
NIP :
Pangkat/Golongan :
Jabatan :

Selama …. (dua belas) hari kalender terhitung mulai tanggal …… s.d. …………… dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Sebelum menjalankan masa cuti wajib menyerahkan pekerjaan memosting postingan sampah kepada atasan langsungnya.
b. Selama menjalani masa cuti sunah untuk memosting postingan sampah agar para anggota ………………. terobati rasa rindunya.
c. Setelah selesai menjalani masa cuti wajib melaporkan diri kepada …………… dan segera memosting postingan sampah sebagaimana biasa.

Demikian Surat Izin Cuti ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

………, ……………..

Ketua Umum ……….

Ttd

[…Nama Jelas…]

Categories: Uncategorized Tags:

Jadi Pengusaha Biar Dekat Keluarga

November 8th, 2013 No comments

Dari pada menjadi kacung di perusahaan besar, Iebih baik menjadi bos di perusahaan kecil. Tekad iniiah yang merasuk dalam diri, pasangan suami istri Agus Anggoro Wibowo dan Hj.Dian Anugerah Dewi. Demi mewuiudkan tekad itu, mereka rela keiuar dari tempat kerja yang telah memberi fasilitas yang cukup menggiulkan. Sang suami rela melepas jabatan dari Pt Pertani, Sedangkan sang istri dengan penuh kemantapan outdari Pertamina.

Di kalangan pegawai Pertani, nama Agus
Anggoro Wibowo tentu bukan sosok yang
asing iagi. Makium dia pernah iama malang
melintang di Iingkungan BUMN yang bergerak
dalam industri pertanian tersebut. Dia telah
bergabung selama duapuiuh tahun Iebih di
instansi itu. Bahkan, ia pernah npncapai
jabatan puncak sebagai salah satu direktur
P`I1Wisnumurti, anak perusahaan Pertani.
Nama Anggorojuga sempat bersinar ketika
ia berhasil membesarkan Pertani Cabang
Sulawesi Seiatan yang dipimpinnnya. Ia ,satu-
satunya pejabat di Pertani yang berhasii
menjadikan beras menjadi komoditas ekspor
dari Suisel di era Gubernur ZA Palaguna.
Ketika itu, Pertani berhasil meluncurkan produk
beras kemasan dengan merek beras Celebes
cap “Intan Kepa|a”. Karena keberhasilannya
mengembangkan beras meniadi komoditas
ekspon tersebut, Anggoro menjadi akrab
dengan para pejabat di Suisel termasuk
gubernurnya.

 

Bahkan anak ketiganya, diberi
nama khusus oleh gubernur Suisel dengan
nama Andira Ervin Maulana Daeng Parani.
Sebagai eksekutif di perusahaan BUMN,
Anggoro, demikian ia akrab dipanggil, tentu
berhak mendapatkan befoagai fasilitas yang
diberikan perusahaan. Karena itulah,
beberapa kawannya termasuk, pejabat Iain
dilingkungan Pertani merasa terkejut ketika
akhir 2003 silam, dia mengirim surat
pengunduran diri. “Saya pengin beralih jalur
untuk menjadi entrepreneur,” kata bapak tiga
orang anak ini. Sejak dua tahun terakhir, Anggoro
memang memutuskan untuk pindah Kuadran.
la tidak mau Iagi jadi karyawan. la pingin
mengelola perusahaan sendin. “Apapun yang
terjadi, saya pengin bisnis sendiri mengikuti
jejak istri, tidak ingin menjadi karyawan
se|amanya,” katanya mantap.
Anggoro mengakui sebelumnya, ia tidak
tenarik dnganedunia entrepreneur. Ia iebih
senang bekerja sepenuh hati untuk
,bergabung untuk belajar di
membesarkan perusahaan
bernaung. Karena itulah,
dihabiskan untuk mengurusl
Kebetulan ketika, ia pindah
cabang Pertani di Surabaya, ada
kawan yang mencoba
versity(EU) milik Pnmagama.
ia merasa tidak tertarik pada
Q Bapak tiga anak ini, mulai
setelah pindah ke Pertani Pusat.
kesempatan, ia di
dengan Muhammad J Prasetya
pengelola EU Jogja yang kini
minal Ticket, pertengahan tahun
Je-panggilan akrab Prasetya-
membuka wawasan saya tentang

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Tips Membuat Surat Dinas

August 26th, 2013 No comments

Membuat surat dinas memerlukan ketelitian dan kecermatan yang lebih daripada membuat surat non dinas. Ini memang wajar karena surat dinas bersifat resmi. Salah satu yang paling mencolok dari surat dinas adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baki dan resmi. Apabila dilihat dari banyaknya contoh surat dinas yang ada, kita bisa melihat bahwa masih banyak kesalahan yang dilakukan pada surat tersebut. Hal ini membuat banyak lembaga yang mengadakan pelatihan bagi karyawannya dalam membuat surat dinas. Dengan begitu diharapkan kesalahan-kesalahan yang sering muncul bisa dikurangi atau bahkan hilang sama sekali.

Identitas Surat
Dalam membuat surat dinas, Anda harus menggunakan kertas yang resmi. Surat dinas memiliki bagian kepala surat atau yang biasa disebut dengan kop surat. Bagian ini merupakan identitas dari lembaga pengirim surat dinas tersebut. Bagian ini merupakan bagian penting yang tidak bisa terpisahkan dari surat dinas. Kepala surat mencakup nama lembaga beserta logonya. Pada contoh surat dinas, biasanya logo tertera di bagian sebelah kiri atas dari surat. Kemudian tepat di bawahnya terdapat alamat lengkap dari lembaga pengirim surat yang meliputi alamat, nomor telepon, email dan informasi lain yang bisa dihubungi. Semua surat dinas memiliki nomor surat. Hal ini penting karena untuk mempermudah dalam melakukan pengarsipan. Selain itu, nomer juga berfungsi agar sebuah lembaga tidak membuat surat dengan nomer yang ganda.

Penggunaan Lampiran
Pada contoh surat dinas, ada yang menggunakan lampiran dan ada juga yang tidak. Hal ini tidaklah berpengaruh terhadap isi. Lampiran berfungsi sebagai keterangan tambahan yang dirasa perlu untuk diketahui oleh pihak penerima surat. Apabila surat tersebut dilengkapi lampiran, maka pastikan bahwa bagian pengarsipan ikut menyimpan bagian lampiran tersebut. Isi dalam surat dinas harus berisi keterangan yang jelas dan detail. Gunakan kalimat efektif agar tidak menimbulkan makna ganda pada orang yang membacanya. Ciri kalimat efektif adalah penggunaan bahasa yang sederhana, jelas, tidak berbelit-belit. Setelah dirasa cukup lengkap, mintalah tanda tangan dari pejabat yang berwenang untuk mengesahkan surat tersebut. Pastikan bahwa lampiran surat juga ikut ditandatangani oleh pejabat tadi.

Semua surat, termasuk contoh surat dinas dan non dinas harus memiliki nama penerima yang jelas, termasuk jabatan beserta alamat asli. Biasanya surat dinas sudah dilengkapi dengan amplop surat resmi dari lembaga tersebut. Namun jika belum ada, Anda bisa menggunakan amplop surat polos biasa. Jangan lupa tambahkan keterangan berupa stempel dan paraf pada amplop untuk menguatkan surat tersebut. Proses pengiriman surat dinas harus diperhitungkan dengan cermat agar informasi yang ada bisa segera diketahui dan berguna bagi pihak penerima. Jika mengirim surat menggunakan pos, jangan lupa untuk memberikan perangko serta pembayaran stempel porto untuk memudahkan kita apabila surat dikembalikan lagi oleh kantor pos.

Categories: Uncategorized Tags:

Belajar Contoh Surat Resmi untuk Bisnis

August 26th, 2013 No comments

Surat-menyurat merupakan hal yang sangat umum yang tercakup di hampir semua urusan kita. Baik itu di ranah pendidikan, pekerjaan, hingga bisnis, surat ber-genre resmi ini selalu dibutuhkan untuk berkorespondensi dengan partner atau relasi dalam kerangka hubungan profesional. Contoh: di dunia pendidikan, surat jenis ini dikirimkan kepada dinas pendidikan; kepada perusahaan tempat melamar kerja ranah pekerjaan; dan surat permintaan izin usaha di ranah bisnis atau wirausaha. Tantangan yang perlu diperhatikan untuk menulis surat resmi adalah tata cara penulisannya. Tapi tidak usah khawatir, ada banyak contoh surat resmi yang bisa dijadikan acuan.

Isi Surat Resmi
Contoh surat resmi tidak akan terlepas dari elemen apa saja yang harus dimasukkan ke dalamnya. Pada dasarnya, setiap jenis surat memiliki tiga bagian utama; yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Yang membedakan surat resmi dari yang tidak hanya terletak pada pemilihan kata atau bahasa yang dipakai. Jika Anda memperhatikan contoh surat resmi-tidak resmi, Anda akan menemukan bahwa yang resmi menekankan pada penggunaan bahasa formal, sehingga kata-katanya pun dipilih yang ‘berbau’ formal.

Berikut ini isi surat resmi yang kerap digunakan secara umum: a) kepala surat, yang biasa berisi nama perusahaan atau instansi pengirim. Ini biasanya disertai dengan alamat dan logo instansi tersebut. b) nomor, lampiran, hal; ketiga elemen ini umumnya muncul di contoh surat resmi. c) alamat surat, berisi orang/perusahaan yang dituju. Bagian ini ditandai dengan kata ‘yth’ atau ‘kepada’. d) salam pembuka, untuk mengawali isi surat. Anda bisa menggunakan contoh salam seperti ‘dengan hormat’ atau frase lain yang beraroma formal. e) isi surat, berisi informasi yang ingin disampaikan pengirim. f) penutup, biasanya ditandai dengan ucapan terimakasih, salam penutup, dan tanda tangan pengirim. g) tembusan, bagian ini muncul jika surat tersebut dikirimkan kepada lebih dari satu orang.

Tips Menulis Surat Resmi
Tidak sulit memang menulis surat resmi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menuliskannya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
perhatikan konsistensi penggunaan bahasa. Dari awal hingga akhir surat, hendaknya menggunakan bahasa formal
hindari penggunaan kata dan kalimat yang bertele-tele. Salah satu contoh surat resmi yang baik adalah sopan dan langsung menuju sasaran; sehingga tidak ada kalimat dan kata yang diulang berkali-kali
minimalisir kesalahan penulisan atau pengetikan; mengingat sifatnya yang resmi, tentu penulisan surat ini bisa mempengaruhi ‘nama’ pengirimnya
rajin-rajinlah mencari referensi contoh surat resmi, baik di buku maupun internet; untuk mendapatkan gambaran lain. jadi, Anda tidak melulu menggunakan format yang sama dan membosankan.
Ingin belajar menulis surat resmi untuk bisnis? Coba Anda kunjungi Sulhadi.com. Dapatkan tidak hanya sekedar ilmu menulis surat resmi ala bisnis, tapi lebih banyak rahasia bisnis dari sang ahli.

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT DINAS

May 27th, 2013 No comments
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTEMEWAH YOGYAKARTA
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA
Jl. …………………… No. Telp. …………………… Fax. ……………………
__________________________________________________
Nomor :
Lamp.  :
Hal      : Rekomendasi
Yogyakarta 20 Maret 2014
Kepada Yth:
Sdr. __________________
Ketua Panitia Kompetisi Ekonomi Nasional
HIMIESPA FEB Univeritas Gadjah Mada
di-Tempat
Menindaklanjuti Surat Saudara nomor: ________________________ tanggal 19 Maret 204 perihal seperti disebut pada pokok Surat, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
  • Pada prinsipnya kami menyambut baik dan mendukung kegiatan rencana Saudara mengadakan kegiatan Kompetisi Ekonomi Nasional memperebutkan Piala Buediono bergilir sebagai rangkaian kegiatan Forum Studi dan Diskusi Ekonomi (FSDE) 2014 sekolah menengah atas se Indonesia.
  • Berkaitan dengan penyelenggaran kegiatan diatas, kami mohon Saudara perhatikan hal-hal sebagai beikut:
    1. Kegiatan dilaksanakan dengan tartib dan lancar.

 

    1. Tidak mengganggu proses belajar mengajar.

 

  1. Berkoordinasi dengan Dinas pendidikan setempat.

 

Atas perhatian Saudara, disampaikan terimakasih.
Dinas Dikpora Provinsi DIY
Kepala Bidang Dikmenti
tanda tangan/stemple
YOGA PRATAMA, M.Pd
NIP. ________________

 

Categories: Uncategorized Tags: